Rabu, 09 Februari 2011

Tapi Saya Cuek ((:

Malam ini merupakan kali pertama saya ngelesi [untuk ukuran kelas bukan privat]. Dan hasilnya lumayan lah meskipun materi yang saya siapkan sia-sia karena mereka memilih ke materi yang berikutnya. Masalahnya mereka tidak ada yang membawa buku paket, and I?? hanya membawa hasil print2nan..tapi cukup membantu......
Lain waktu harus lebih siap, baik siap materi, buku, dan mental. Yang harus diinget gak boleh menampakkan ke-baka-an (kebodohan) di depan mereka. Bisa membuat suasana belajar tidak terlalu monoton.
Saya sudah bilang OK untuk jadi admin di LBB english. Gak keren ya...admin lbb...hikz...tapi itulah keputusan saya. Mungkin memang benar kata seorang teman saya, kenapa harus kuliah tinggi2 kalau cuma jadi Admin, lulusan SMU aja juga bisa (yeaaa dia punya cita2 yang tinggi sepertinya). Ok saya hanya senyum saja mendengarnya, dan terimakasih sudah membuat saya nampak buruk (saat itu). Saya hanya ingin kerja, ingin ngisi kekosongan waktu, ingin dapet pengalaman, dan saya yakin jika niat saya baik insyaallah hasilnya juga akan baik bukan? terlepas dari apa pekerjaan itu. [masih terasa berat]
"Jangan diliat gajinya, jangan terlalu milih2, yang penting itu pengabdian dulu dan kamu bisa dapat pengalaman. Gak ada orang yang kerja bisa langsung dapat tempat enak, semuanya harus dimulai dari bawah dulu...soro disik..coba liat Ibu dulu..." my mom said....dan saya cuma jawab "iya" lalu diam.
"Ambil aja tawaran itu, belum tentu tawaran kerja itu datang terus. Kerja yang bagus itu sebenernya dari kamu sendiri, kalau kamu enjoy seberat dan segak enak kerjamu pasti ntar berkembang kok. Intinya kamu harus optimis, jangan kebanyakan ngeluh, ntar Tuhan kasih kerja yang lebih soro lho. Tiap ada peluang ambil aja, itung2 pengalaman. Jangan melampui batas, kalau emang adanya segitu disyukuri aja..." hasil curhat sama si Dewo Konslet.
Training yang seharusnya saya mulai hari Jum'at besok, setelah berkoordinasi dengan Mbak Ida akhirnya bisa saya mulai pada hari Senin tanggal 14 Februari 2011. Itu artinya saya masih bisa ikut Jobfai di UB pada hari Sabtu.....tarraaaaa.... :))

Saya masih akan berjuang untuk menjadi yang terbaik dari diri saya....saya masih akan terus bermimpi dan semoga saya selalu bersyukur dengan apa yang saya miliki sekarang...keep smiling :)

Where there is a will there is a way . . .

Kita belajar berlari dengan terjatuh . . .

Terkadang kita lupa bahwa perjalanan besar yang kita tempuh dimulai dengan satu langkah kecil . . .


Sabtu, 05 Februari 2011

Rumput Tetangga [selalu] Terlihat Lebih Hijau


Sering kali saya bertanya dalam diri saya sendiri, "kenapa rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau dari rumput yang ada di pekarangan saya???". Dan saya selalu meyakinkan diri saya bahwa mungkin tetangga saya lebih telaten dan lebih sering merawat rumputnya daripada saya yang lebih senang membiarkannya tumbuh liar. Ok itu mungkin hanya kiasan saja. . .dan saya pikir wajar sebagai manusia [terutama saya] mempunyai pikiran seperti itu, -terlalu muna kalo sedetik pun tidak pernah terlintas dalam pikiran-. Saat melihat teman saya berhasil atau sukses saya berpikir teman saya itu adalah orang yang beruntung dan pastinya dia bahagia, dibandingkan dengan keadaan saya tentunya. Apa yang saya inginkan dan belum saya dapatkan dia [mereka] bisa mendapatkannya. Dan saya merasa buruk. Yach seperti itulah. . . Saya tidak ingin terpaku di situ...saya ingin cepat berlalu... Salahkah saya?? Tentu saja...kenapa saya masih bertanya... *sigh Bagaimana dengan anda?

Beberapa alasan yang bisa mengalihkan pikiran seperti itu :
  • Tentu saja mungkin si "tetangga" lebih rajin menyirami "rumput" yang dimilikinya, dalam arti si 'tetangga' lebih bisa mengeksplor dirinya dan mempunyai usaha yang lebih keras dari kita, jadi wajar saja bila dia bisa lebih dahulu berhasil.
  • Mencoba melihat dari sudut pandang yang lain. Apakah sama yang kita lihat sekarang seperti apa yang kita lihat sebelumnya?? apakah terlihat ada rumput kuning dan kering?!
  • Mencoba untuk menghitung apa yang sudah kita miliki, membandingkannya dengan rumput tetangga lain yang kurang hijau.
  • Selalu bersyukur...apa pun itu...itulah yang terbaik buat kita sekarang

Saya tidak akan pernah tau bagaimana rasanya berada di posisi teman saya sekarang. Saya melihatnya enak tapi ternyata tidak begitu yang dirasakan oleh teman saya. Dia merasa uncomfortable. Rumput hijau lain yang saya lihat ternyata juga hasil dari pandangannya terhadap rumput saya.
Well kita memang hanya manusia...dan setiap manusia pastinya memiliki masalahnya sendiri2. Tidak bisa dibandingkan bagaimana kehidupan dari masing2 pribadi. Kita hanya bisa belajar..mengambil hikmah dari setiap kejadian..dan saya, mungkin sekarang belum saatnya bagi saya untuk merasakan apa itu sukses, dan apa itu berhasil. Tapi saya percaya suatu saat saya pasti akan bisa mewujudkannya dan saya akan menemukan waktunya. Hwaiting :))


Never runaway from your own life, no matter how hard it is, there is always hope as long as you keep up your faith
.

[kalimat yang saya kutip dari
http://hantiar.blogspot.com/2007/12/rumput-tetangga-lebih-hijau.html]